Kamis, 21 Agustus 2014

Kimia- Isomer

ISOMER


Perhatikan rumus struktur 2 senyawa alkana di bawah ini 



Coba jawab pertanyaan berikut :
a)    Apa nama masing-masing senyawa tersebut?
b)    Bagaimana rumus molekul senyawa tersebut?

 Walaupun rumus struktur dan nama kedua senyawa tersebut berbeda, ternyata
Keduanya memiliki rumus molekul yang sama : C4H10                  


Contoh tersebut disebut ISOMER. Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama tetapi mempunyai struktur yang berbeda.





Cerpen Tema Kebangsaan- Kibarkan Kembali Benderamu


Kibarkan Kembali Benderamu

   Oleh dicky arsyul s

Lama sudah kita lupa, lama sudah kita lengah, lama sudah kita terbuai, dan lama sudah kita terperangkap. Kita lupa akan jiwa nasionalisme, kita lengah akan masuknya kapitalisme, kita terbuai dengan indahnya rayuan liberalisme, dan bahkan kita telah terperangkap dalam individualisme yang sama sekali bukan ciri dari kehidupan bangsa ini.

Seberapa cintakah kita pada negri ini?apakah MerahPutih dipekarangan rumah kita berkibar setiap hari?dapat di pastikan bahwa kita telah lama menguburkan jiwa nasionalisme kita dalam dalam, bahkan ketika pihak lain mencoba untuk menggerogoti organ organ tubuh kita, jiwa yang terkubur itu belum cukup kuat untuk bangkit. Apa yang yang terjadi dengan jiwa ini?mengapa jiwa ini dapat terkubur begitu dalam?padahal jika melihat kembali perjuangan kakek buyut kita dalam memerdekakan negri ini, jiwa ini sangat diagung agungkan, jiwa ini merupakan bambu runcing yang menghujam setiap bentuk penjajahan, jiwa ini merupakan meriam yang telah meledakan semangat juang para pemuda saat itu, dan jiwa ini merupakan harimau yang mengaum saat proklamasi kemerdekaan berkumandang.
Banyak hal yang terjadi selama 64 tahun kebelakang ini, sebagian besar berpendapat bahwa kita telah mengenyam kemerdekaan selama itu, sebagian kecil lagi berpendapat justru hingga saat ini kita masih belum bisa memerdekakan diri. Apapun pendapat yang berkembang itu sah sah saja tergantung bagaimana kita memaknai kata merdeka itu sendiri. Namun jika kita masih merasa bangga memakai peralatan olahraga dengan brand asing tersohor, atau meminum minuman berlabelkan bahasa asing, maka jangan pernah berkata bahwa kita telah merdeka, karena sesungguhnya kita masih terjajah oleh sesuatu yang dinamakan kapitalisme.
Pasar bebas dan globalisasi industri merupakan isu yang sedang hangat hangatnya diperbincangkan, banyak sekali pihak yang menanti kedatangan kedua hal tersebut dengan harapan bahwa bisnis mereka akan semakin maju, kekayaan materil mereka akan tumbuh pesat seperti lumut dimusim hujan, namun sayang mereka tidak pernah berpikir akan dampak yang terjadi di negri ini apabila kedua hal tersebut terjadi, masyarakat kita akan semakin memupuk jiwa konsumtif mereka, hukum hukum perdagangan akan semakin terlihat abu abu, dan kapal besar ini akan seperti kehilangan nahkodanya, segala sesuatunya akan semakin sulit untuk dkendalikan.
Saat ini, detik ini, yang ada dipikiran kita mungkin hanya bagaimana cara memperbanyak jumlah pundi pundi uang kita, bagaimana supaya hidup sejahtera, dan bahagia selamanya, tidakah terlintas untuk memikirkan nasib tetangga sebelah kita?pernahkah terpikir bahwa diujung jalan rumah kita terdapat keluarga yang sedang kelaparan?atau dipemukiman seberang komplek kita terdapat sekelompok anak yang putus sekolah karena tidak memiliki biaya?sedangkan kita saat ini sedang asik berbelanja, jalan jalan, dan merencanakan sebuah pesta meriah untuk malam ini, padahal tepat didepan tong sampah rumah kita terdapat seorang ayah yang sedang berusaha sekuat tenaga berharap menemukan beberapa sampah plastik hanya untuk membeli sebungkus makanan untuk keluarganya yang sedang mengerang lapar dirumah yang beratapkan kardus usang. Inikah ciri sosial bangsa kita?inikah bukti materi toleransi, tolong menolong, tepo seliro yang kita pelajari dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi?
Jika saat ini kita tersadar akan sesuatu, sesuatu untuk lebih mencintai tanah air ini, tanah air yang menjadi tempat kita tumbuh berkembang, maka itu adalah tanda bangkitnya jiwa nasionalisme kita yang telah lama terkubur, jika kita merasa mencintai negri ini dan kita bangga memakai produk nasional maka MerahPutih telah menyelimuti jantung ini, jika kita semakin peduli akan kondisi teman atau saudara terdekat kita maka MerahPutih yang menyelimuti jantung kita akan mulai berkibar kembali. Ambilah bendera MerahPutih kita, lalu pasangkan tepat didepan pekarangan rumah, jangan biarkan apapun menghalangi kibarnya, biarkan setiap mata memandang dan mengagumi kegagahannya.

Cerpen Tema Kehidupan- Maafkan Aku Ayah

Maafkan Aku Ayah

Semua berawal ketika aku masuk lingkungan serba mewah. Aku masuk di sebuah SMK yang bisa di bilang itu adalah SMK termahal yang ada di daerahku. SMK N 1 Saptosari. Bisa di bilang aku ini adalah siswi yang sangat berprestasi. Aku juga termasuk anak yang berbakti dengan kedua orangtuaku.
Tapi itu dulu…
Sejak Ibuku pergi, aku hanya tinggal seatap dengan ayahku. Mungkin kini bisa di bilang rumahku tak layak huni. Hidup yang serba kecukupan ini membuatku bosan dan sangat menyesal. Kenapa ayah bangkrut? Kenapa ibuku meninggal? Kenapa kakakku tega meninggalkan aku di hidup yang susah ini? Dan kenapa aku ditakdirkan seperti ini.
Kini usiaku 16 tahun. 2 minggu lagi aku akan genap menjadi 17 tahun. Tepat di hari valentine. 14 februari. Hari yang sering anak muda katakan sebagai hari kasih sayang. Tapi menurutku hari itu akan sama saja. Pikirku, hari itu akan menjadi hari yang kubenci. Karena aku bukan orang yang kaya lagi. Untuk beli pulsa saja aku susah. Harus mengumpulkan uang sakuku selama 3 hari. Sering sekali aku marah dengan ayahku. Aku merasa dia tak becus mencari nafkah untuk anaknya. Hampir setiap kali aku pulang, ingin sekali kata-kata kasar yang keluar dari mulutku untuknya. Entahlah..
“Tapi bapak tidak punya uang nak untuk membelikan baju dan sepatu baru untuk kado ulang tahunmu. Kaki bapak sangat lelaaah sekali. Tolong maafkan bapak.” Ujarnya seraya memasang wajah penuh letih di depanku. Beda sekali antara aku yang sekarang dengan aku yang dulu. Aku yang sekarang semakin berani dengan ayahku. Yang sudah jelas bahwa ia adalah satu-satunya orangtuaku yang masih hidup. Ayahku memang sudah sakit-sakitan. Semenjak ia jatuh miskin 3 tahun yang lalu, ia terkena stroke. Sebenarnya keadaannya kini sudah membaik, hanya saja tangan dan bibir ayahku masih belum bisa untuk kembali ke semula. Di tambah dengan batuk yang ia alami.
“Anna malu, pak. Anna malu sama teman-teman Anna. Mereka mengejekku. Lihatlah! Sepatuku sudah sangat sangat begitu tua.” Ucapku seraya melempar sepasang sepatu yang baru saja kulepas dari kakiku. Sama sekali tidak ada rasa bersalah dariku. Aku begitu santai melempar sepatu ini di depan wajahnya. Ku lihat wajahnya nampak sedikit sedih. “Ya tuhan, Anna. Bapak ini ayahmu nak. Kenapa kau seperti ini sekarang? Apa kau malu punya bapak yang cacat sepertiku?”
“Ya. Bahkan aku sangat sangat malu mempunyai ayah yang cacat sepertimu. Aku malu pak, setiap kali bapak memunguti sampah di sekolahku. Bapak tahu? Teman-temanku selalu mengejekku. Bukan hanya karena sepatuku. Tapi karena bapak tidak normal seperti bapak teman-temanku.”
“Tapi bagaimana bapak akan bekerja? Kalau kau malu jika bapak mencari sampah di tempat kau mencari ilmu.”
“Bapak kan bisa mencarinya di tempat lain. Sudahlah! Anna bosan di rumah. Anna mau main. Anna nggak mau tahu. Di ulang tahunku nanti, harus ada baju dan sepatu baru di depanku!” aku membuang muka dari hadapan ayahku. Pergi dari rumah dengan masih mengenakan seragam sekolahku. Aku sangat suntuk.
Kujalankan tubuhku yang suntuk ini mengelilingi jalan. Setiap kali ada botol di depanku, selalu ku jadikan bahan pelarian rasa marahku. Aku menendangnya hingga botol-botol itu melenting jauh. Dengan pandangan penuh penyesalan aku langkahkan kaki ini terus entah kemana. Yang jelas aku tak akan pulang.

Senangnya hatiku ketika aku dapat bergabung dengan teman-temanku tanpa terganggu akan adanya ayah di sekolahku. Tapi jujur, sekian hari aku kadang mencari-cari keberadaannya. Baguslah, ternyata ia menuruti mauku. Jam kosong yang biasanya diisi dengan beberapa tugas menyebalkan, kini benar-benar menjadi jam kosong. Tidak ada pelajaran yang membuatku berkeringat karena bosan.
Sepulang sekolah, aku tak langsung pulang. Aku diajak teman-temanku untuk pergi makan dan belanja layaknya orang-orang kaya. Hari itu aku harusnya merasa senang dan puas dengan adanya teman-temanku dan tidak adanya ayahku. Tapi aku justru merasa malu. Ayahku ternyata ada di sana. Di saat aku tengah asyik berfoto ria dengan teman-temanku, ayahku menghampiriku sembari menyebut namaku. Malu. Aku sangat malu.
“Dia siapa Na? Kok penampilannya menjijikan seperti itu. Tangannya bengkong bibirnya miring lagi. Ih..” salah satu temanku berkomentar tentang ayahku. Sebenarnya aku sedikit tidak terima, tapi rasa maluku menutupi semuanya.
“Aku tidak mengenalnya. Oh, mungkin dia pengemis. Lihat saja penampilannya. Sebentar, biar aku kasih dia uang. Setelah itu dia pasti pergi. Seperti pengemis-pengemis lainnya. Ok.” Ucapku lalu menghampiri ayahku dengan langkah cepat. Benar-benar memalukan. Mau ku taruh di mana mukaku kalau mereka tahu dia adalah ayahku.
“Anna.. kau ada acara apa nak di sini? Kenapa kemarin kau tak pulang?” Ayah menyapaku. Dari pertanyaannya terlihat kalau ia menghawatirkanku. Tapi entahlah.. aku sama sekali tak merasa kasihan dengan ayahku. Aku benar-benar tidak ingat saat ayah dan aku begitu akur. Aku juga tidak pernah sadar akan perlakuanku yang sangat tidak baik di tiru ini. “Pak, bapak ngapain di sini? Cepat pergi. Aku tak mau teman-temanku tahu kalau bapak itu ayahku. Mereka anak-anak orang kaya. Cepat pergi! Aku tak ingin melihatmu di sini.”
TAARRRR…! kata-kata petir ini keluar begitu saja dari mulutku. Tanpa pikir panjang aku langsung mengucapkannya. Sebelum ayahku pergi dari hadapanku, sesekali aku melihat ke belakang ke arah teman-temanku. Mereka ternyata masih melihatku. Dengan wajah yang getir, ayah memutar tubuhnya membelakangiku. Sempat kulihat kalau ia ingin berbicara sebelumnya, tapi karena aku sudah menyuruhnya pergi, ia tak sempat mengatakan apa yang ingin ia katakan sebelumnya. Dengan langkah yang bisa dihitung, ku lihat ayahku pergi dari hadapanku. Sebenarnya aku sedih, tapi rasa ingin bersama teman-temanku ini ternyata lebih besar daripada rasaku untuk bersikap ramah dengan ayahku.
Kulihat ayahku sudah begitu jauh dariku. Bayangannya yang gontai sudah tak terlihat lagi dari pandanganku. Aku lega. Tapi sungguh. Rasa lega ini tak sampai ke hatiku. Aku memutar balik tubuhku ke arah teman-temanku. Dengan memasang senyum ini untuk mereka, aku berlarian kecil ke arah mereka. Selesai bukan? Itulah kata-kata yang ku lontarkan ketika aku sudah sampai di dekat teman-temanku. Kembali ke posisi semula. Aku dan teman-temanku kembali meneruskan tawa. Tanpa memikirkan ayahku lagi…

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku kesal sekali. Kenapa tak ada baju dan sepatu baru? Lalu apa spesialnya hari ulang tahunku ini? Ah sial.. kulihat, tak ada makanan juga di rumah. Apa-apaan ini? Aku fikir, ayahku memang ingin aku mati kelaparan. Aku mencari ayahku. Kulihat ia sedang menyemir sepatu bekas yang ia peroleh dari memulung berhari-hari. Kurebut sepatu bekas yang di genggamnya. Lalu dengan kasar kudorong pundak ayahku. Ya tuhan…
“Mana baju dan sepatu baruku? Hari ini ulang tahunku. Kenapa kau tak juga membelikanku sepatu dan baju baru? Hah? Tidak ada makanan pula di rumah. Kau ingin aku mati kelaparan? ya?” aku lontarkan begitu saja kata-kata ini di hadapannya. Kulemparkan sepatu bekas itu ke muka ayahku. Kalau saja itu aku, aku pasti merasa sakit. Bahkan sangat sakit. Karena lemparan dari tanganku begitu kuat.
Aku lari dari hadapan ayahku. Ayahku yang masih terdiam sangat kecewa denganku. Sebenarnya aku tidak berlari jauh. Melainkan aku hanya memutari jalan tikus yang sampai akhirnya menuju belakang rumahku. Selama aku berlari dengan amarahku, otakku dihantui dengan lemparan sepatu bekas itu ke muka ayahku. Aku merasa bersalah. Aku berlari menuju rumah kembali, namun kali ini aku tepat berada di belakang rumah dan menatap ayahku yang kini berada dekat di depanku.
Kulihat ia merangkak mengambil pasangan sepatu yang beberapa menit lalu kulemparkan ke wajahnya. Ia mulai menyemir kembali sepatu bekasnya. Ia terlihat senang dengan sepatu bekas miliknya.
“Ya tuhan, aku memang bukan ayah yang baik untuk anakku. Aku cacat. Aku miskin. Sungguh, aku hanya bisa membuat anakku malu. Anakku Anna, kau dimana nak? Kenapa kau sama sekali tak mau menemui ayahmu ini? Kalaupun ada pilihan lain, sejujurnya bapak tak ingin nak, menjadi ayah yang buruk untuk anakku. Maaf nak, aku tak punya cukup uang untuk membelikanmu barang yang baru.” Kata-kata itu mampu membungkam mulutku. Tak terasa air mataku menetes. Aku mengingat betapa ayahku sangat menyayangiku. Ketika dulu aku sering berangkat berdampingan dengannya. Jika ayahku tak memakai alas kaki, aku pun tak memakai sepatu. Agar aku bisa merasakan sakitnya kulitku menginjak kerikil-kerikil nakal di bawahku. Aku mengingat ketika ayahku mengajakku bercanda. Ketika ayahku bercerita betapa hebatnya ibuku yang kini telah tiada. Dan aku mengingat ketika aku sampai di ambang halaman sekolahku, aku mencium tangannya. Ku lihat ia begitu memberikan harapan yang besar untukku. Sampai aku masuk ke kelasku, ia selalu mengantar kepergianku. Tuhan… aku durhaka. Betapa bodohnya aku selama ini. Aku tega sekali dengannya. Tidak sepantasnya perlakuan ini aku tunjukkan untuk ayahku.
Dengan masih membungkam mulutku, aku kini mulai duduk tak berdaya. Ternyata senakal apapun aku padanya, ia tetap menyayangiku. Ia tetap memaafkanku. Kudengar ia mulai berkata kembali. Namun kali ini, aku tak berani menatapnya. Aku sama sekali tak berani menatapnya. “Baiklah nak, demi kamu. Demi kamu bapak akan pergi mencari baju dan sepatu baru untuk mu. Semoga nanti kau menyukainya, nak.”
Setelah ayahku beranjak pergi, aku pun mulai berdiri. Kuikuti ayahku dari belakang. Benar-benar tidak pernah kubayangkan sebelumnya kalau ayahku seperti ini. Begitu gigih semangatnya untuk mencari uang hanya untuk membiayaiku. Aku juga tak pernah berfikir kalau di sepanjang jalan, ayahku sering terjatuh. Aku melihat ia begitu lelah. Namun aku hanya mengikutinya dari jauh. Selalu saja ayah jatuh, tapi ia tetap bangun dengan senyumannya.
Ia memunguti sampah-sampah warga. Tidak mudah. Karena tidak semua warga suka dengan keberadaan ayahku. Banyak warga yang memaki ayahku. Aku sebenarnya sangat kasihan dengannya. Tapi, aku belum juga menghampirinya. Ketika ia mulai berjalan kembali, aku pun mengikutinya lagi.
Di sebuah toko besar, ayahku berhenti. Entahlah ada apa di toko besar itu. Kulihat sekitarnya, tak banyak sampah yang ada di sana. Lalu apa yang ayahku cari? Kudekati ia, lalu kutangkap arah pandangannya. Sepatu! Ya, sepertinya itu yang ayahku lihat. Tapi apakah ia punya cukup uang untuk membelikanku sepatu sebagus itu? Selain bentuknya yang bagus, sepatu itu pasti mahal. Ingin sekali aku berteriak, ingin kucegah ayah agar ia tak membeli sepatu itu. Namun, aku malu dengannya. Selama ini aku sudah memakinya, aku malu untuk berbicara halus dengannya.
Kulihat ayahku mendekat ke arah sepatu itu. Kututup mukaku. Aku tak berani melihat ekspresi wajah ayahku ketika ia melihat harga sepatu itu. Aku tak mau melihat langsung ayahku sedih. Tak lama kemudian, aku mendengar suara gemuruh di depanku. Kubuka mataku untuk melihatnya. Ada beberapa orang yang memukul salah seorang di bawahnya. Aku panik. Pikiranku kacau. Jangan-jangan itu ayah. Mungkin ayah tidak punya cukup uang untuk membeli sepatu itu, lalu ia berupaya untuk mencurinya. Dan… oh tidak! Apa yang ku pikirkan? Ayahku tak mungkin melakukan itu. Kucoba dekati mereka perlahan. Kucoba bertanya pada salah seorang dari mereka. “Maaf, pak. Ada apa ya?”
“Oh, itu mbak. Pengemis tidak tahu diri yang mencoba mencuri sepatu di toko itu.”
Hah??? Apa itu ayahku? Tepat sekali dengan yang kupikirkan sebelumnya. Aku yang makin tak karuan, kucoba masuk di antara kerumunan orang itu. Namun serasa ada yang mencegahku dari belakangku. Siapa orang ini? Aku mundur ke belakang, lalu menoleh ke arah orang ini.
“Bapak,” aku berucap histeris. Langsung saja aku memeluknya. Tak ada lagi rasa malu di diriku. Ia memang ayahku. Kenapa aku malu? Harusnya aku akan malu kalau aku hidup sendiri tanpa keluarga. Kulihat ayahku begitu bingung dengan aku yang tiba-tiba memeluknya. Kalau aku jadi ayah, aku juga pasti bingung. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, selama ini aku selalu marah bahkan sering memukulnya. Tiba-tiba memeluknya seperti ini.
“Bapak, maafin aku pak.” Ucapku sembari mengendorkan pelukanku.
“Yang harusnya minta maaf itu bapak, nak. Maaf, bapak sampai sekarang belum bisa membelikan sepatu bahkan baju baru sekalipun untukmu. Bapak minta maaf nak, bapak ternyata hanya membuatmu malu. Bap..”
“Sssttt… lihatlah pak! Aku sudah tak butuh sepatu itu lagi. Aku juga sudah tak butuh baju baru lagi. Pak, aku pakai sendal. Kau pakai satu ya? Agar kita bisa sama-sama rasain pakai sendal.” Ku copot sendal jepit yang menghiasi kakiku. Kutundukan tubuhku untuk memakaikan sendal ini ke kakinya. Tapi urung. Ayahku mengangkat tubuhku untuk berdiri. Di situlah, aku menangis. Aku menangis di pelukan ayahku.
“Bapak menyayangimu, nak.” Kata-kata ini membuat airmataku makin deras. Aku merasa hidupku kembali seperti dulu. Meski tak ada harta yang mewah di hidupku, namun aku percaya kasih sayang orangtua ku jauuuh lebih mewah dari apapun.
Seusai memakaikan sendal itu. Aku langsung pulang. Sebelumnya aku berfikir kalau orang yang dipukul warga tadi adalah ayah. Tapi kini, aku yakin. Ayahku tidak apa-apa. Mungkin itu orang lain yang hampir mirip seperti penampilan ayahku.
Aku berjalan berdampingan dengan ayahku. Sepanjang jalan, aku cerita dengan ayahku. Tertawa kecil dengannya. Dengan satu sendal yang kupakai di kaki kiriku saja, kadang aku merasa sakit. Tapi aku percaya, rasa sakit ini belum ada bandingannya dengan rasa sakit yang ayah alami selama ini.
Takkan kuulang kesalahanku kedua kalinya dengan hal yang sama…
Hidupku kembali ke semula. Aku kembali menjadi Anna yang dulu. Tak ada rasa malu lagi di diriku, ketika aku berangkat sekolah bareng bapak. Ketika bapak memunguti beberapa sampah di sekolah pun aku sudah tak malu. Untuk apa aku malu? Itu kan memang pekerjaan yang ayahku mampu kerjakan. Dan itu bapak lakukan untukku. Aku tak peduli apa kata teman-temanku tentang aku. Aku sekolah untuk mencari ilmu. Kalaupun aku tak punya teman di sekolah, setidaknya aku punya tuhan dan ayahku. Sebenarnya aku masih punya kakak. Tapi entahlah.. ia pergi jauh.
Kulihat beberapa hari ini wajah ayahku begitu pucat. Setiap kali kutanya ada apa dengannya, selalu ia jawab dengan senyumannya. Sempat kubilang padanya kalau aku ingin berhenti sekolah lalu membantunya mencari uang. Tapi ayahku tetap menyuruhku sekolah. Sebenarnya, aku ingin sekali meminjam uang ke teman-temanku, aku ingin memeriksakan ayahku ke dokter. Siapa tahu saja ayahku memang sakit. Kulihat sekarang batuknya semakin menjadi-jadi. Kadang aku memergokinya batuk keluar darah. Tapi setiap kali aku bertanya, lagi-lagi hanya senyum yang ia gunakan untuk menjawab pertanyaanku.
Tuhan… sembuhkan ayahku. Jangan biarkan aku kehilangan orang yang sangat menyayangiku.. biarkan aku berbakti untuknya. Biarkan aku yang selalu menjadi penyebab senyumnya.
“Nak, kau tak masuk sekolah?” Tanya ayahku membuyarkan lamunanku. Aku memang tak masuk. Bukan karena libur, tapi aku ingin menjaga ayahku. Aku beranjak dari posisiku yang duduk melamun di depan rumah.
“Tidak, pak. Aku ingin menemani bapak di rumah. Siapa tahu saja bapak nanti tiba-tiba mencariku.”
“Ha ha.. kamu ini ada-ada saja. Bapak tidak apa-apa. Bagaimana dengan sekolahmu kalau kau bolos begini? Bapak mau keluar, mau nyari sampah, biar kita hari ini bisa makan.” Ucap ayahku dengan batuk dan sedikit senyumnya. Sungguh tak tega aku melihatnya. Aku ingin sekali menggantikan posisi ayahku.
“Bapak istirahat saja, biar aku yang menggantikan bapak. Bapak kan lagi sakit. Aku tahu kok, kalau bapak sebenarnya sedang tidak sehat. Tapi bapak mencoba menyembunyikannya dariku. Iya kan pak?”
Bapak tak menjawab pertanyaanku. Ia hanya tersenyum, lalu menundukan kepala masih dengan batuk nakalnya. Aku mulai berdiri dan mengambil karung yang biasa bapakku gunakan untuk wadah sampah. “Kau mau kemana, nak?”
“Tenanglah, aku akan kembali pak. Kau sebaiknya jaga rumah saja. Jangan lupa istirahat. Aku akan segera kembali.” kulangkahkan kakiku ke depan membelakangi ayahku. Sempat kulihat ayahku ingin mencegahku. Tapi biarlah, aku ingin menggantikannya. Aku ingin membiarkannya istirahat tanpa menyentuh debu-debu jalan, yang semakin membuatnya sakit.
Mencari sampah ternyata tak semudah yang kubayangkan. Aku pikir, aku akan menemukan sampah di sepanjang jalan, lalu aku hanya akan memungutinya satu-satu. Lelaah sekali rasanya. Aku mulai berfikir ternyata ayahku begitu hebat melakukan hal ini. Betapa malunya aku bila mengingat kesalahanku sebelumnya.
Hari sudah begitu sore, malah sebentar lagi adzan maghrib pasti berkumandang. Kurasa sampah-sampah yang kukumpulkan sudah banyak. Tinggal kujual ke pedangang sampah. Aku terkejut. Sampah segini banyaknya saat kujual hanya dapat uang 13 ribu? Ya tuhan.. sedikit sekali.
Dengan uang yang tak begitu banyak, aku segera pergi menuju apotik. Pikirku, aku akan membelikan obat untuk ayahku. Kalau masih tersisa cukup aku akan gunakan untuk makan ayahku. Aku mencoba melangkahkan kakiku menuju apotik terdekat. Namun, aku harus menyeberang terlebih dahulu. Kulihat jalanan begitu sepi. Aku enjoy dengan langkah kakiku. Tanpa melihat ke kanan dan kiriku, aku berlari. Aku tak melihat kalau ada mobil yang sedang melaju dengan sangat cepat. Aku tertabrak olehnya. Tubuhku melenting cukup jauh. Darahku keluar dari mana-mana. Selama lima menit tak ada yang menolongku. Bahkan mobil yang menabrakku sekalipun. Ia pergi begitu saja. Bisa dibilang kalau aku adalah korban tabrak lari yang sangat-sangat malang.
Masih kugenggam uang 13 ribu hasilku memulung sore ini. 10 menit kemudian, barulah ada orang yang menolongku. Semula hanya ada 2 orang, namun setelah itu ada banyak sekali orang yang mengerumuniku. Salah satu dari mereka adalah warga satu kampung denganku. Dengan ambulan yang mereka panggil untuk membawaku ke rumah sakit, aku dimasukan ke sana oleh mereka. Dan salah satu dari mereka melaporkan kejadian ini kepada ayahku.
Ayahku pasti panik akan keadaanku saat ini. Aku yakin itu. Ya tuhan, padahal aku tak ingin ini terjadi. Sungguh aku tak ingin sama sekali.
Aku sampai di rumah sakit. Untung saja aku datang tepat waktu, kalau tidak aku akan meninggal beberapa waktu kemudian. Segeralah aku ditangani oleh sang dokter. Katanya, aku kehilangan banyak darah. Memang benar kalau aku begitu, selama tertabrak mobil itu aku terlantar begitu saja sejak 10 menit sebelumnya.
Selama 15 menit aku tak sadarkan diri. Tapi untunglah, aku masih tetap hidup. Ada seseorang yang rela mendonorkan darahnya untukku. Kalau aku siuman nanti aku akan berterimakasih padanya.
5 menit kemudian..
Mulai kubuka mataku, aku merasa nyeri sekali dengan tangan dan kepala ini. Infuse ini menyiksaku. Kutengokkan wajahku ke arah kiriku. Lebih tepatnya aku melihat selang infuse yang berwarna merah di sampingku. Mungkin ini darah dari orang itu, pikirku.
Aku merasa terganggu dengan korden ini. Ingin sekali aku membukanya dan melihat siapa orang yang rela mendonorkan darahnya untukku. Kuputuskan untuk duduk. Aku buka korden warna hijau muda ini dengan tangan kananku. Innallillahiwainnaillaihiraji’un… sepertinya orang ini sudah meninggal dunia. Sekujur tubuhnya di tutup dengan kain putih yang mencolok. Tapi ada apa ini? Aku merasa ingin menangis melihat orang yang ada di depanku. Padahal mungkin aku sama sekali tak mengenal orang ini.
Kucoba beranikan diri untuk membuka kain putih penutup wajah orang ini. Dengan rasa penuh gemetar, kuberanikan diriku seberani mungkin. Terkejutlah aku. Aku tak pernah berfikir sebelumnya kalau orang yang ada di hadapanku ini adalah ayahku. Kuteteskan air mataku. Aku menangis dan terus menangis. Baru saja aku ingin berbakti kepadanya, ia kini meninggalkanku. Ya tuhan… katakan kalau ini hanya mimpiku. Ini hanya bayanganku. Aku tak ingin melihatnya seperti ini. Kucabut infuse yang ada di tanganku. Nyerii sekali. Rasanya jarum ini menusukku begitu dalam. Masih dengan tangisanku, aku menggoyang-goyangkan tubuh ayahku yang sudah tiada. Aku ingin ia terbangun lalu melihatku dengan senyumnya.
“Bapak, bangun! Ayo bangun. Bapak nggak mungkin tega kan pak ninggalin Anna hidup sendiri di rumah? Hah? Nggak tega kan, pak?” aku menangis sekencang mungkin. Mulai kuingat masa-masa bersama ayahku. Aku merindukannya.

Semua berubah. Kini aku tak punya siapa-siapa. Tak ada satu orang pun yang akan menyayangiku di dunia ini. Tak ada lagi ibu yang ramah. Tak ada lagi ayah yang selalu sabar denganku. Kakak? Aku masih punya kakak. Tapi sayang, aku tak tahu di mana kakakku berada. Sudahlah. Aku tak mungkin mencarinya. Sekarang, aku hanya akan mencoba memperbaiki hidupku yang jauh dari kesempurnaan. Aku akan menghidupi hidupku dengan keringatku sendiri. Meski mereka sudah tiada, aku yakin mereka juga tetap ingin aku sukses. Aku ingin melihat mereka senang dengan apa yang kulakukan.
Ibu, bapak… aku sayang kalian. Belum sempat aku membahagiakan kalian, belum sempat aku memunculkan senyum di wajah kalian, dan bahkan belum sempat aku selalu meminta maaf pada kalian, kalian telah pergi mendahuluiku.
Do’aku selalu untuk kalian. Tuhan.. izinkan mereka merasa bahagia di surga-Mu. Biarkan mereka merasakan kesejukan bersama-Mu.
The End

Cerpen Mimpi Merah Putih- Karya Syamsu

Cerpen Juara 3 "Mimpi Merah Putih" Karya Syamsu 'Yeh' 'syamsu'


Izal menendang bola lagi. Dan dalam hitungan ke-3 bola itu memasuki gawang yang kecil. Anak-anak pun memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Anak-anak itu adalah anak didik Izal. Izal adalah seorang pelatih sepak bola di sebuah desa. Club itu bernama Merah Putih. Sebuah nama yang sangat terinspirasi dari warna bendera Indonesia. Diam-diam, mereka sangat mengagumi negara yang kaya tapi miskin ini. Negara yang diperbudak oleh pejabat tingginya sendiri. Menyedihkan memang, tapi itulah Indonesia. Izal segera mengumpulkan anak didiknya itu dan menjelaskan tentang tehnik-tehnik menendang bola. Mungkin anak-anak tidak cukup tertarik dengan ocehah Izal, sehingga Izal memutuskan untuk mengajak mereka langsung praktek di lapangan. Mereka sangat bersemangat  sampai akhirnya, latihan pun selesai.
            Izal pun segera pulang ke rumahnya. Seperti biasa, tidak ada seorangpun yang menyambut dia, bukan karena orang rumah sibuk dengan urusanya masing-masing, tetapi Izal memang tidak mempunyai keluarga. Orang tuanya meninggal dan dia memutuskan tinggal berdua dengan adiknya. Iya, adiknya lah yang selalu menemani Izal di masa-masa sulitnya. Bagai kegelapan, adiknya seperti cahaya yang selalu menyinarinya. Adiknya yang sekarang masih duduk di bangku SMP sudah sangat mengerti kondisi kakaknya. Dia membantu izal dengan menjual Koran di trotoar. Meskipun Izal sempat melarangnya, tapi adiknya bekerja tanpa sepengetahuan Izal. Hingga akhirnya, ketika Izal sedang di luar, dia melihat adiknya sedang menjajakan koran-koran. Saat itu Izal marah besar, tapi ketika adiknya mengatakan, ”Ini untuk hidup kita kak,”  hati Izal menjadi luluh dan dia tetap membiarkan adiknya berjualan tapi tidak melalaikan sekolahnya. Meskipun adiknya sudah bisa menghasilkan uang dari jerih payahnya tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Izal untuk bekerja, yaitu dengan cara tadi, melatih sepak bola desa. Memang tidak seberapa hasil yang ia dapatkan tapi setidaknya itu sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah adiknya.
            Hari yang melelahkan di tutup ending yang sangat indah. Ketika Izal hendak tidur, Ina, adiknya menghampiri Izal, ” Kakak capek ya? Ini, Ina bawain teh buat kakak”, Izal tersenyum,
”Makasih ya dek, gimana sekolah mu?”
"Baik kok kak”, Ina menjawabnya.
"Ayolah, Ina bobok gih, besok kan harus sekolah”
Ina pun mengikuti kata-kata kakaknya itu dan kembali ke kamar dan akhirnya tidur. Seperginya Ina, izal merasa ada yang hilang dari dirinya. Meskipun Ina pergi untuk tidur, tapi dia ingin terus selalu bersama adiknya itu. Mungkin karena adiknya yang jarang di rumah. Maklumlah, setelah pulang sekolah jam 15.00 WIB, dia harus menjajakan koran sampai jam 20.00 WIB. Sungguh perjuangan yang tidak wajar untun ukuran anak seperti dia, miris memang, tapi Izal tidak bisa menyangkal kalau dia benar-benar butuh uang yang dihasilkan oleh jerih payah adiknya itu. Izal jadi teringat dengan nasib club sepak bola yang di ketuainya. Dia ingin sekali membuat baju tim sepak bolanya itu. Tapi karena dia belum mempunyai modal. Modal untuk membeli bola saja dia harus mati-matian meminta dana kepada orang tua anak-anak yang dilatihnya, memang tidak cukup dia harus mengumpulkan koran-koran bekas dan dijual untuk mencukupi kekurangan membeli bola. Meskipun seringkali Izal mendapat cibiran dari tetangganya tapi dia tetap optimis untuk keberhasilannya menciptakan sebuah club sepakbola yang sukses, ”Inilah cita-citaku, kesuksesan untuk meraih merah putih”, kalimat itu yang bisa menjadi pedoman hidup untuknya. Membayangkan tim merah pitih menerima penghargaan club terbaik akhirnya membawa dia ke alam mimpi.
            Kicauan burung dan bunyi khas jam weker membangunkannya. Suara adzan Subuh memberikan semangat dia untuk beraktifitas hari ini. Dia segera pergi ke kamar adiknya dan membangunkan Ina yang sedang larut dalam mimpi itu, mereka pun shalat Subuh berjemaah, kebiasaan yang sudah mendarah daging di kehidupan mereka
” Kakak melatih bola lagi?” adiknya bertanya sesudah shalat Subuh.
”Iya dek, kenapa?”
Ina Cuma menggelengkan kepala dan Izal tidak mengerti maksud Ina itu. Izal mencoba menebak tingkah adiknya itu, tapi tidak berhasil, itulah kehebatan Ina, iya selalu menyembunyikan sesuatu yang menjadi beban pikirak baginya. Ketika hendak berangkat sekolah, Ina langsung berangkat begitu saja tanpa pamit ke kakaknya itu, Izal merasa ada yang aneh dengan sifat Ina pagi itu. Akhirnya iya memutuskan mencari sesuatu yang ada di kamar Ina dan benar, dia menemukan kartu BP3 yang nunggak 3 bulan, miris hati Izal saat itu. Tanpa terasa ia meneteskan air mata yang tepat jatuh di kartu BP3 adiknya. Tanpa pikir panjang  dia segera keluar rumah dan mencari hal yang bisa menghasilkan uang sempat terpikir hal negative dipikiranya, tapi cepat-cepat iya membung pikiran itu, dan dia memutuskan menjadi kuli angkut  di sebuah gudang, meskipun berat tapi dia membayangkan adiknya bisa tersenyum lagi. Sore harinya dia break bekerja karena harus melatih sepakbola. Lumayan, upah kali ini bisa membiayai adiknya. Selama 2 bulan. Malam harinya Izal menemui adiknya yang sedang belajar,
” Kenapa adik gak bilang kalo BP3 sudah nunggak 3 bulan?”, adiknya tidak menjawabnya,
”Ina, biar bagaimanapun kakak ini kakakmu, masalah ina juga masalah kakak."
Sebelum Izal melanjutkan nasehatnya, Ina sudah memeluk kakaknya itu,
”Maafin Ina kak, Ina nggak bermaksud kayak gitu, Ina tau keadaan kakak sekarang Ina nggak mau nyusahin kakak, Ina nggak mau ngerepotin kakak, maafin Ina kak...”
Izal Cuma tersenyum “Dek, ini kakak ada sedikit rezeki, dan rezeki ini untuk Ina...”
Ina semakin erat memeluk kakaknya itu. Sandiwara malam itu sangat indah dan mengharukan.
            Keesokan harinya seperti biasa jam 15.00 WIB Ina menjajakan korannya, waktu itu Izal tidak tidak melatih anak-anak main bola, tiba-tiba Ina pulang terbirit-birit dan membawa sebuah koran sambil menunjukkan ke kakaknya,
”Kak, ini kak." suaranya ngos-ngosan. Tidak seperti biasanya ina seperti ini, apalagi ia pulang sebelum waktunya. Pasti ada sesuatu dan ternyata benar, koran yang ina bawa berisi berita tentang dunia olahraga. Dan disitu terpampang jelas bahwa akan diadakan pertandingan sepakbola umum se-provinsi JATIM. Benar, Izal tinggal di provinsi JATIM tepatnya di Madura. Sebuah pulau kecil namun kaya dengan hasil  lautnya, Izal pun membaca dengan seksama berita di koran itu. Tapi tiba-tiba mukanya langsung berubah muram di situ tercantum syarat-syarat peserta sepakbola. Salah satunya adalah memakai kaos tim saat pertandingan. Perasaan Izal saat itu langsung ciut, bagaimana mungkin ia bisa  mendaftarkan timnya kalau ada persyaratan seperti itu. Beruntung, Ina adiknya bisa menenangkan hati Izal.
”Kalau kakak sama tim kakak berusaha pasti kalian bisa mengikuti event itu."
Disitu ada yang optimis dan ada juga yang pesimis. Izal berusaha meyakinkan anak didiknya yang pesimis itu, ”Kita masih punya kesempatan mengikuti event ini. Meskipun ada beberapa persyaratan yang belum tentu kita bisa, tapi kita harus yakinkarena kita punya bakat. Kita punya kemampuan untuk membawa nama baik MERAH PUTIH.”
            Siasat pertama yang di atur mereka adalah persiapan pertandingan tersebut, dengan cara latihan, latihan yang mereka jalani dengan rutin bahkan hamper setiap hari. Tapi di tengah latihan ada salah seorang anak yang sepertinya kurang bersemangat. Izal pun menghampirinya  dan ketika ditanya anak itu sedang memikirkannya event se-provinsi itu,
“Bagaimana mungkin kita bisa ikut pertandingan itu kak, sampai detik kita masih belum punya baju Tim kak. Kalau keadaan kita seperti ini terus, pendaftaran aja kita sudah pasti ditolak“, ujar anak itu. Perkataan anak itu seperti petir yang menyambar di siang hari , Izal baru sadar kalau Timnya belum mempunyai baju Tim yang merupakan syarat pertama dari event itu. Izal pun menghentikan latihan kali ini. Dia pulang ke rumah dangan memikul beban berat. Sesampai di rumah ternyata Ina tidak bekerja hari ini.
”Kok kayaknya murung kak? Gimana latihannya?”
Izal tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam kamar. Rupanya Ina mengerti dengan kebiasaan watak kakaknya itu. Ia selain kakak penyayang, Izal juga sosok tertutup. Kalau bukan keadaan yang diinginkan, dia tidak akan bicara sekecap pun (Apalagi 1000 kecap . . .he). Tapi  itulah yang membuat Ina sayang sama kakaknya. Karena sosok kakak seperti Izal yang bisa mengertinya.
Sebelum jam weaker di kamarnya berbunyi, tidak seperti biasanya Ina bangun lebih awal. Dia memang sengaja karena harus buat sarapan untuk Izal. Subuh pun tiba, dan Ina membangunkan kakaknya. Selesai shalat Subuh,
”Gimana kak istirahatnya?”
Izal Cuma tersenyum dan dia mengerti adiknya itu ingin tau penyebab muka ruwetnya semalam.
” kayaknya tim kakak tidak jadi ikut pertandingan itu deh dek.”
” masalah baju itu lagi ya kak?”
Izalpun Cuma mengangguk, Ina tersenyum, dan memberikan solusi buat kakaknya, dan Izal pun terpaksa menggunakan solusi itu. Dia menyuruh anak didiknya menjual koran-koran, hasilnya tidak seberapa dan dia memutuskan mencari pekerjaan lain. Untuk menutupi kekurangan itu. Dia bekerja sebagai tukang kuli angkut. Persis yang dilakukan ketika harus mencari uang buat membayar BP3
adiknya.

Satu hari...

Dua hari...

Tiga hari...

Sampai akhirnya...

            Izal masuk rumah sakit gara-gara kecelakaan saat dia mengangkat barang menyeberangi jalan. Izal menjadi korban tabrak lari sebuah truck. Izal harus dirawat karena keadaanya yang kritis, tangisan adiknya tidak bisa menyadarkan Izal hingga akhirnya dokter menyarankan Izal untuk diamputasi. Amputasi itulah adalah pilihan satu-satunya supaya Izal selamat. Ina dengan sangat menyesal menyetujui saran dokter meskipun dia tidak tahu harus ngomong apa nanti ketika kakaknya sudah sadar.
”Maafin Ina kak.“
Operasipun selesai, Ina tidak bisa menahan air matanya ketika Izal tau ia hidup tanpa kaki. Kaki yang bisa dijadikan satu-satunya harapan. Dan kini diganti dengan kursi roda yang siap menemaninya. Ina tidak tega melihat kondisi kakaknya itu. Tapi untunglah hati lapang dada Izal bisa menerima keadaanya saat ini. Dia tetap melatih dan membimbing anak didiknya bermain bola meskipun tanpa kaki. Dan kini dia bisa memberikan kado terindah kepada  timnya yaitu sebelas pasang baju tim sepak bola Merah Putih. Dan event sepakbola itu pun dimulai. Izal memberikan semangatnya dari atas kursi roda, meskipuk lawan dari Merah Putih tidak mudah dikalahkan secepat mungkin. Tapi tim Merah Putih bisa menghasilkan 4 gol dibandingkan tim lawanya. Tim Merah Putih membawa kemenangan buat Madura, desanya dan juga Izal. Rasa bangga Izal saat itu tidak terkendali. Dan terbisik dalam hatinya, ”Meskipun kaki aku telah aku relakan untuk Merah Putih, tapi aku sangat bahagia karena sebenarnya inilah mimpiku untukmu, 'Merah Putih'

Cerpen Sepak Bola

MENUJU PIALA KEMENANGAN

Aku menunggu-nunggu sebuah turnamen turnamen yang aku impi-impikan sepanjang karirku. Aku bermain sebagai Striker pada sebuah tim Sepak Bola yang dinamakan “Sky Scraper Football Club” atau biasa disebut SSFC. Aku bertanya pada pelatihku, “mengapa dinamakan SSFC?”tanyaku, yang langsung dijawab tegas oleh Pelatihku,” Karena tujuan tim ini adalah mencapai cita-cita setinggi mungkin, bagai gedung-gedung pencakar langit yang berdiri tegak ditengah kota”. Namun, aku belum beruntung bulan itu, turnamen tidak jadi diadakan bulan Mei itu, turnamen diundurkan sampai tanggal 13 Juni tahun itu, aku sampai tak sabar lagi menendang bola ke gawang seperti turnamen sebelumnya. Detik-detik berlalu, detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti hari. Tak bosan-bosannya aku berlatih, tiap minggu 3 kali, maklum, agar dapat merebut Piala Dunia yang sudah sering bertengger di meja penghargaan, menunggu sang pemenang. Tak jarang juga aku menjadi Top Scorer dalam timku, “Kalau kau terus berpikiran seperti itu, kau pasti akan menjadi legenda persepakbolaan, Alexandre,” begitulah kata Pak George, Pelatihku yang juga mantan pemain tengah di sebuah tim di Brazil yang sekarang sedang naik daun. Akhirnya, di suatu malam tanggal 30 Mei, saat Mutu mencetak gol tunggal bagi Fiorentina yang kulihat di Televisi, seseorang yang mengaku utusan dari Federation International de Footbal Association (FIFA) meneleponku. “Hallo, selamat malam, dengan Pak Alexandre?” kata orang itu di telepon. “Ya, dengan saya sendiri, ada apa ya?” kataku menjawab, orang tersebut segera saja ke topik pembicaraan, “ Tim anda diterima FIFA dalam Turnamen Piala Dunia, tolong beritahukan anggota serta pelatih anda, Pak Alexandre?” akupun serta merta menjawab “ Ya, Terima kasih sekali atas Informasinya!”, aku tertegun sesaat, ternyata timku ini bisa menjadi calon pemenang Piala Dunia juga! Aku merasa terharu jadinya. Setelah memberitahu teman-teman dan pelatihku, aku segera mengepak koper untuk pergi ke Manchaster, tempat turnamen diselenggarakan. Aku tak lupa membawa beberapa dolar Amerika untuk disana, tentu saja untuk makan dan kebutuhan lainnya. Pelatihku juga aktif dalam keberangkatan ini, ia meminta tiket pulang pergi pesawat dari negeriku ke London melalui Internet.Semua orang sudah siap. Keesokan paginya, tanggal 2 Juni 2008, kami semua, 24 orang ( 22 pemain dan Pelatih serta wakilnya) menaiki pesawat berjenis Boeing-147 menuju London. Di dalam pesawat pun kami masih berdiskusi, Formasinya apa? Siapa kaptennya? Serta pertanyaan lain. Akhirnya, saat tinggal 1 jam lagi dari London, diskusi selesai dan mencapai mufakat, yaitu, Faisal yang akan menjadi kaptennya,dan formasinya 4-3-3. Para pemain inti yaitu Aku dan teman-temanku segera bersiap saat di Stadium Old Trafford, Manchaster. Sekitar 8000 Penonton menyaksikan pertandingan tersebut, yang membuatku demam lapangan. Pertandinganpun dimulai. Pertandingan berlangsung dengan seru sekali banyak sekali trik-trik menakjubkan yangditampilkan disana seperti flick up, el elastico, lift ball, Marseille roulette , serta samba. Pemainpun berjatuhan dibuatnya. Satu umpan bagus kuberikan pada Faisal, sang kapten, yang langsung menyundul bola dengan sisi kanan kepalanya. Namun, Keeper tak mau kalah, ia menepis bola kedalam lapangan pada waktu yang tepat. Namun, tak sampai disitu saja Shofian pun ikut serta dalam perselisihan itu, ia melakukan chip volley tinggi diatas keeper yang terjatuh, dengan keras bola menghantam tali gawang, menciptakan gol pertama. Babak pun berganti. Tim Musuh pun tak mau kalah, pada menit ke 70-an Charlotte, kapten tim musuh melakukan gerakan hell kick flick pada Fathur yang langsung terkecoh, ia melakukan one two bersama temannya, dan ia melakukan tendangan volley rendah yang langsung menjebol gawang timku. Skor 1-1 pada menit ke 81. Akupun tak mau kalah, pada menit ke 92, hanya tinggal 3 menit lagi, aku melakukan el elastico pada keeper tim musuh yang seger saja tergocek jatuh, gawang kosong sekali. Kemudian aku melakukan tendangan pelan kegawang, terjadi gol kedua bagi timku, seraya pluit berbunyi, “Priiit..Priit..Priit!!” Timku pun menang. Kita semua menangis terharu akan kemenangan. Pertandingan Ke 2 melawan grup dari tuan Rumah, Inggris. Setelah Kick off, sang tuan rumah langsung saja dipermalukan dengan gol tercepat di piala dunia itu, hanya 13 detik! Yang mencetak gol itu adalah Fahrul, yang di assist oleh Faisal. 1-0 skor dipertengahan babak pertama, yang berjalan dengan sengit. Menit ke 38 Syauqi menepis bola yang melayang keras keatas gawangnya. Babak pertama pun selesai. Babak kedua dimulai dengan kick off dari tim ku. Faisal segera berlari sekencang mungkin menuju gawang, setelah mengoper bola padaku. Aku segera melakukan passing tinggi kepadanya, yang langsung menendang tanpa melihat sekencang mungkin. Keeper sudah menepis, namun bola terlalu kencang, membuat bola mengenai tiang atas dan masuk kedalam gawang. 2-0, tim Inggris dipermalukan di kandangnya sendiri. Tak lama kemudian pertandingan berakhir. Semifinal, pertandingan yang sangat mengecewakan melawan Italia. Tidak ada yang menarik di pertandingan semifinal, kecuali pada saat-saat seperti pada menit ke 22, Timku kejebolan 1-0, Menit ke 38, Timku mengaum lagi Aku menjebol gawang musuh, 1-1, menit ke 88, Firman menghadiahkan hukuman penalty bagi timku, yang di tepis saja oleh Syauqi, dan pada menit ke 100an, Skor Penalti 5-4 bagi Timku. Akhirnya, Final. Final tanggal 22 Juli itu pertandingan yang sangat ditunggu-tunggu SSFC, Final adalah pertandingan penentuan, dimana SSFC akan melawan tim dari Brasil, tim yang legendaris. Menit pertama sampai menit kesepuluh berlalu dengan sengit, sampai pada menit ke 13 Shofian terlalu bersemangat sehingga bisa sampai dikatakan maruk, tapi itu tak seberapa dari gol yang diberikannya melalui tendangan keras hingga menyobek tali gawang di stadium Old Trafford. Old Trafford pun menggebu-gebu dengan gol itu. Brasil tak mau kalah, dibabak kedua, ia membuat tiang gawang penyok, lewat gol menakjubkan strikernya, Old Trafford segera tak sesunyi tadi. Skor 1-1 di pertengahan babak kedua. Tinggal satu gol lagi untuk kemenangan, pikirku bersemangat. Segera saja kuperlihatkan seluruh kemampuanku, namun gocekkanku tak bisa menembus dinding pertahanan Brasil yang sangat ketat, maklum, tim tersebut menggunakan formasi 5-3-2, ciri-ciri Brasil. Namun, aku harus bersedih saat Brasil mencetak Gol keduanya di menit ke 93, mengakhiri pertandingan tersebut. Namun, saat pertandingan selesai, aku masih bersedih, walau aku menjadi Man of The Match, tapi aku tak bisa mengalahkan Brasil yang tangguh itu. Para pemain lain juga bersedih, segera saja Pak George, Pelatih SSFC menghibur kami semua, “ Apa arti kemenangan bagi kalian?” tanyanya. Serentak kami menjawab, “ Mencapai keinginanan diri atas sesuatu yang kita inginkan” memang itu yang selalu pelatih kami ucapkan saat kita kalah. “Nah, apa mencapai Final sudah menjadi keinginan dan kebanggaan kalian?” tanyanya lagi kami berpikir sebentar, lau kami menjawab,” Ya!” jawab kami gembira saat mengetahui jalan pembicaraan tersebut. “ Mulai sekarang kami tak akan bersedih lagi jika sudah mencapai tujuannya, Pak George,” sambung kami. Dan pada tanggal 28 desember 2008 kami pulang kembail kenegara kami semua. Sungguh suatu Turnamen yang melelahkan dan menggembirakan. Aku memegang Sepatu Emas yang kuterima saat menjadi Man of The Match turnamen itu. Kemudian di Koran Negara kami yang ternama tertulis “Sky Scraper Footbal Club Bermain Sangat Indah dalam Piala Dunia…” Ya, kami puas dengan kemenangan yang kami raih itu

Tips Mengobati Keseleo Dengan Mudah

Tips Jitu Cara Mengobati Keseleo Dengan Mudah, bagi anda yang sering berolahraga pasti sudah mengenal yang namanya keseleo. Nah, artikel yang sedang anda baca ini berisikan cara mengobati keseleo dengan mudah. Sangat bermanfaat bagi anda yang rentan cedera. Selai itu cara yang digunakan dalam mengobati keseleo di sini terbilang mudah dan sederhana sehingga sangat mudah untuk diterapkan.
Sedang asik-asiknya berolahraga tiba-tiba anda terjatuh dalam posisi yang salah. Ketika anda bangkit anda merasakan ada bagian pergelangan pada sendi anda yang terasa sakit, bisa jadi itu adalah keseleo. Keseleo bila tidak ditangani dengan benar akan berakibat buruk, bisa-bisa anda mengalami bengkak berkepanjangan sehingga mengakibatkan kesulitan dalam beraktivitas.

Untuk membantu sobat-sobat sekalian yang senang berolahraga, makanya pada artikel kali ini saya ingin berbagi mengenai cara mengobati keseleo. Hal ini tentu sangat bermanfaat karena dalam berolahraga, cedera yang paling rawan adalah keseleo. Baiklah tidak panjang lebar lagi, berikut ini tips-tipsnya.

Tips Jitu Mengobati Keseleo Dengan Mudah

1. Jangan Di Pijat
Cara Mengobati keseleo dengan mudah
Picture by Google
Pertama kali kita terjatuh atau keseleo biasanya kita akan langsung refleks memijat kecil atau berusaha menarik-narik bagian yang keseleo dengan harapan agar sakitnya berkurang. Perlu diketahui bahwa hal ini jangan sampai dilakukan. 
Ketika kita mengalami keseleo, sakit yang kita alami biasanya disebabkan oleh adanya jaringan atau pembuluh darah yang robek akibat salah posisi atau terjatuh. Dengan melakukan pijatan langsung setelah mengalami cedera akan membuat robekan pada jaringan  atau pembuluh darah semakin parah. Tentu akan beresiko membuat cedera kita jadi semakin parah. 
Hal ini sudah saya alami langsung. Ketika saya mengalami cedera di pergelangan tangan akibat terjatuh ketika bermain futsal. Awalnya sakitnya tidak begitu parah, tetapi sebelum tidur saya memutuskan memijat sendiri dengan harapan agar sakitnya cepat hilang. Alhasil sakitnya bukan hilang, tapi bertambah parah dan bengkak di tangan saya semakin besar. 
Akhirnya malam itu sukses saya lewati dengan kondisi tidak bisa tidur karena merasakan cenat-cenut di pergelangan tangan. Jadi sekali lagi saya ingatkan, jangan langsung di pijat, kalau ingin dipijat usahakan beberapa hari kemudian setelah bengkaknya hilang.
2. Kompres Dengan Es
Kompreslah bengkak akibat keseleo anda dengan Es, jangan menggunakan air panas, karena air panas akan membuat peredaran darah menjadi lancar. Hal ini akan membuat darah pada pembuluh darah yang terluka sulit membeku, dengan begitu akan menghambat pembuluh darah memperbaiki diri. Selain itu dengan lancarnya peredaran darah pada bagian yang sakit akan membuat cenat-cenutnya semakin terasa.
Dengan menggunakan es kita akan membekukan darah pada bagian yang terluka, hal ini akan membatu pembuluh darah cepat memperbaiki diri. Dengan suhu es yang dingin akan membuat rasa sakit yang kita alami semakin berkurang, serta bengkak yang kita alami akan perlahan-lahan mengempis.
Lakukan cara ini selama 2-3 hari hingga bengkak mengempis, dengan frekuensi 10-20 menit sekali dan juga jangan terlalu lama dalam mengompres, cukup sampai batas ambang ketahanan kita terhadap esnya saja, jangan dipaksakan berlama-lama, bila sebelum waktu 10 menit suhu di tangan kita sudah normal dan sakit mulai terasa boleh dilakukan pengompresan lagi. Cara ini sudah pernah saya lakukan dan terbukti ampuh.
Jika ingin menggunakan air hangat, lakukan beberapa hari kemudian setelah bengkak akibat keseleo mengempis. Hal ini bertujuan untuk melancarkan kembali peredaran darah pada bagian yang terluka.
3. Istirahat
Agar bagian yang keseleo tidak menjadi lebih parah lagi, sebaiknya bagian tubuh yang mengalami keseleo di istirahatkan total, jangan digunakan untuk melakukan aktivitas apapun.
4. Balut
Anda pasti pernah melihat orang yang bagian tubuhnya di bungkus seperti mumi. Nah dengan melakukan pembalutan seperti itu bertujuan untuk meminimalisir gerakan pada bagian yang keseleo agar luka robek pada pembuluh darah atau jaringan tidak bertambah parah.
5. Posisikan Di Atas Jantung
Agar sakit yang anda rasakan ketika keseleo tidak terlalu parah, posisikan bagian yang keseleo berada di atas jantung, hal ini bertujuan untuk meminimalisir denyutan pada pembuluh darah ketika jantung sedang memompa. Jika kita posisikan lebih rendah dari jantung maka aliran darah pada pembuluh darah yang terluka akan semakin kuat ketika jantung sedang memompa, sehingga denyutannya lebih terasa begitu juga dengan rasa sakitnya alias lebih cenat-cenut :).
Nah sobat sekalian, itulah tips mengobati keseleo dengan mudah, semoga artikel Tips Jitu Cara Mengobati Keseleo Dengan Mudah di atas bisa bermanfaat bagi anda. Terima kasih atas kunjungan anda dan have a nice day. 

Penyebab Cegukan dan Cara Mengatasinya

Jakarta - Walau merupakan kondisi umum yang terjadi pada hampir semua orang, cegukan kerap kali mengganggu aktivitas seseorang. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab cegukan dan bagaimana cara mengatasinya?

Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan. Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.

Selain itu, makanan pedas dan alkohol juga terkadang menjadi pemicu cegukan. Makanan pedas seperti cabai, lada atau makanan kari bisa menimbulkan cegukan yang berlangsung hingga lebih dari 1 menit. Sedangkan alkohol yang diminum terlalu banyak bisa menyebabkan iritasi pada saraf yang berfungsi mengendalikan diafragma. Saraf ini cenderung mendorong terjadinya kejang di dalam otot yang memicu cegukan.

Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman. Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf frenikus yang merupakan saraf motor ke diafragma yang membantu mengendalikan proses bernafas.

Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Seperti yang dikutip dari Times of India, cara terbaik untuk mengurangi cegukan adalah dengan mengatur nafas dan rileks. Kemudian dilanjutkan dengan meminum dua sampai tiga gelas air tanpa henti. Jika tak kunjung hilang, Anda juga bisa mencoba meminum air tanpa bernapas.

Hal tersebut dilakukan agar menaikkan kadar karbondioksida atau menstimulasi saraf vagus. Selain itu, menahan nafas, menggosok bola mata, menelan roti kering, makan es yang diremukkan, makan sesendok teh gula, bernafas ke dalam kantong kertas serta menghirup bau amonia bisa menjadi alternatif lain untuk atasi cegukan.

Rabu, 20 Agustus 2014

10 Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan Mental Dan Fisik

Ketawa merupakan ekspresi kebahagian yang muncul secara spontan tanpa bisa direkayasa. Manfaat tertawa bagi kesehatan mental maupun mental yang akan dibahas adalah ketawa dalam konteks luapan kegembiraan yang tidak dibuat-buat. Berbeda dengan senyuman yang hanya menarik sudut bibir ke samping, tertawa umumnya mengeluarkan suara unik dan berbeda pada masing-masing orang.

Dan dibalik keunikan tersebut, tersimpan rahasia khasiat tertawa yang dapat membuat tubuh lebih sehat, mental lebih kuat serta umur lebih panjang secara alami.

manfaat tertawa bagi kesehatan

Selama ratusan tahun, manfaat tertawa untuk kesehatan dikenal sebagai obat herbal alami karena efek fisiologis humor yang bermanfaat bagi mental atau jiwa setiap manusia.

Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk tertawa, seseorang akan tertawa hanya jika ia menginginkannya.

Setiap orang juga memiliki rasa humor yang berbeda-beda, tidak semua cerita lucu yang dapat membuat anda tertawa bisa membuat orang lain ketawa juga. Begitu juga dengan foto atau gambar lucu yang mungkin menurut teman anda biasa saja.

Itulah indahnya tertawa, hanya anda yang bisa merasakannya.


Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan Mental Dan Fisik

  1. Mencegah berkembangnya hormon penyebab stres dan meningkatkan sel pembentuk sistem kekebalan tubuh.
  2. Ketawa akan melatih otot diafragma sehingga menyehatkan jantung. Tahukah anda, tertawa 100 kali setara dengan 15 menit bersepeda?
  3. Tertawa menyediakan sarana pelepasan fisik dan emosional secara gratis, anda akan merasa dibersihkan setelah mengeluarkan tawa.
  4. Mampu membentuk pikiran positif karena tertawa akan memusnahkan rasa marah, stres serta emosi negatif lain.
  5. Mengubah perspektif "ancaman" sebagai "tantangan" yang positif sehingga menghilangkan rasa takut dan tidak percaya diri.
  6. Membakar kalori tanpa disadari. Tahukah anda, tertawa selama 15 menit akan membakar 50 kalori dalam tubuh?
  7. Menyehatkan orang disekitar anda karena tertawa itu menular sehingga dapat mengurangi tingkat stres mereka.
  8. Orang yang optimis cenderung lebih sehat dan kebal akan penyakit dibandingkan orang pesimis karen mereka lebih mudah tertawa.
  9. Dengan mental positif yang dimiliki, orang optimis memiliki kemungkinan besar berumur panjang karena selalu mengharap hal baik terjadi.
  10. Dapat memperbaiki mood dalam sekejap. Tahukah anda, tertawa memberikan stimulasi setara dengan makan cokelat 2000 bars?

Manfaat tertawa bagi kesehatan bisa anda dapatkan secara gratis tanpa perlu biaya apapun. Tubuh sehat dan mental positif merupakan senjata utama jika anda ingin memiliki umur panjang dan tidak mudah sakit. Sudahkah anda melepas tawa hari ini?

RUMUS TRIGONOMETRI SMA LENGKAP

A. Bentuk Umum


B. Sudut-Sudut Istimewa


C. Hubungan Sudut Berelasi antara Sin, Cos dan Tangen



D. Rumus-rumus Trigonometri

1. Aturan sinus


2. Aturan Cosinus


3. Luas Segitiga ABC


4. Jumlah dan Selish Dua Sudut



5. Sudut 2A (Sudut Kembar)


6. Hasil Kali Dua Fungsi Trigonometri


7.
Jumlah Selisih Dua Fungsi Trigonometri


8. Persamaan Trigonometri


9. Bentuk a Cos x + b Sin x


10. Bentuk a Cos x + b Sin x = c

11. Nilai Maksimum dan Minimum Fungsi f(x) =a Cos x + b Sin x

Fungsi Linier

Pengertian
Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus.
Bentuk umum persamaan linier adalah :
y = a + bx
dimana a adalah penggal garisnya pada sumbu vertikal y, sedangkan b adalah koefisien arah atau gradien garis yang bersangkutan.
2.2.Pembentukan Persamaan Linier
Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah :
Cara dwi-koordinat
Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal:
Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:

4y -12 = 2x – 4, 4y = 2x+ 8 , y = 2 + 0,5 x

Cara koordinat-lereng
Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1,y1) dan lereng garisnya b, maka persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal :
Andaikan diketahui bahwa titik A(2,3) dan lereng garisnya adalah 0,5 maka persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah

Cara penggal-lereng
Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu (a) dan lereng garis (b) yang memenuhi persamaan tersebut, maka persamaan liniernya adalah :
y=ax+b ; a = penggal, b = lereng
Contoh Soal :
Andaikan penggal dan lereng garis y =f (x) masing-masing adalah 2 dan 0,5, maka persamaan liniernya adalah : y=2+5x
Cara dwi-penggal
Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal garis pada masing-masing sumbu, yaitu penggal pada sumbu vertikal (ketika x = 0) dan penggal pada sumbu horisontal ( ketika y = 0), maka persamaan liniernya adalah :

; a = penggal vertikal, b = penggal horisontal
Contoh Soal :
Andaikan penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horisontal masing-masing 2 dan -4 , maka persamaan liniernya adalah :

2.3.Hubungan Dua garis lurus
Berimpit
Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari garis yan lain. Dengan demikian , garis akan berimpit dengan garis , jika

Sejajar
Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan sejajar dengan garis , jika

  1. Berpotongan
Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan berpotongan dengan garis , jika

Tegak lurus
Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. Dengan demikian , garis akan tegak lurus dengan garis , jika atau



Penerapan Ekonomi
Fungsi Permintaan, Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar
Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang diminta oleh konsumen dengan variabel harga serta variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk itu sendiri, pendapatan konsumen, harga produk yang diharapkan pada periode mendatang, harga produk lain yang saling berhubungan dan selera konsumen
Bentuk Umum Fungsi Permintaan :
Q = a – bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang berlawanan. Ini mencerminkan, hukum permintaan yaitu apabila harga naikl jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah.

Fungsi Penawaran
Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel  harga dan variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk tersebut, tingkat teknologi yang tersedia, harga dari faktor produksi (input) yang digunakan, harga produk lain yang berhubungan dalam produksi, harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang
Bentuk Umum :
Q = -a + bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang sama, yaitu sama-sama positif. Ini mencerminkan,
hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang.
Keseimbangan Pasar
Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Syarat Keseimbangan Pasar  :
Qd = Qs
Qd = jumlah permintaan
Qs = jumlah penawaran
E    = titik keseimbangan
Pe = harga keseimbangan
Qe = jumlah keseimbangan
Contoh Soal  :
Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5P dan fungsi penawarannya  adalah Qs =  – 4 + 9P
a.  Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?
b.  Tunjukkan secara geometri !
Jawab  :
a.)  Keseimbangan pasar :
Qd =     Qs
10 – 5 P           =  – 4 + 9P
14P       =     14
P       =      1  ≡  Pe
Q    =  10 – 5P
Q     =  5      ≡ Qe
Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )









2.4.2.Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar
Jika produk dikenakan pajak t per unit, maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut, baik harga maupun jumlah keseimbangan. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat digambarkan sebagai berikut.

Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar pada sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t
Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen :   tk =  Pe‘ – Pe
Beban pajak yang ditanggung oleh produsen :    tp =  t – tk
Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah :    T  =  t x Qe
Contoh soal  :
Diketahui suatu produk ditunjukkan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran
P = 16 – 2Q. Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp. 3,-/unit
  1. Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ?
  2. Berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ?
  3. Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ?
Jawab :
  1. Keseimbangan pasar sebelum pajak
Qd =      Qs
7 + Q    =  16 – 2Q                              P  =  7 + Q
3Q        =  9                                         P  =  7 + 3
Qe =  3                                         Pe =  10
Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3,10 )
Keseimbangan pasar sesudah pajak
Fungsi penawaran menjadi :
P    =  16 – 2Q + t
=  16 – 2Q + 3
=  19 – 2Q                                           Os     =      Qd
19 – 2Q  =   7 + Q
3Q     =    12
Qe‘  =    4
P     =  19 – 2Q
=  19 – 8
Pe‘   =  11
Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E’ ( 4,11 )
  1. T    =  t x Qe
=  3 . 4
=  12  ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp. 12,- )
  1. tk =  Pe‘ – Pe
=  11 – 10
=  1  ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp. 1,- )
tp =  t – tk
=  3 – 1
=  2  ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. 2,- )
2.4.3.Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar
Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah.
Jika produk dikenakan subsidi s per unit, maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ – s

Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen :   sk =  Pe – Pe
Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen :    sp =  s – sk
Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah :    S  =  s x Qe
Contoh Soal  :
Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Qd = 12–2P sedangkan penawarannya Qs =  -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2,- setiap unit barang.
a.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ?
b.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ?
c.  Berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ?
d.  Berapa subsidi yang diberikan pemerintah ?
Jawab  ;
a.)    Keseimbangan pasar sebelum subsidi
Qd =     Qs Q  =  12 – 2P
12 – 2P  =  -4 + 2P                                         =  12 – 8
P       =   16                                           Qe =  4
Pe =    4                    ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi E = ( 4, 4 ))
b.)    Keseimbangan pasar sesudah subsidi :
Qd   =  12 – 2P    =>     P  =  ½ Qd + 6
Qs   =  -4 + 2P     =>     P  =  ½ Qs + 2
Sesudah Subsidi Fungsi Penawaran menjadi
P  =  ½ Q + 2 – 2
P  =  ½ Q
Sehingga Kesimbangan pasar sesudah subsidi menjadi :
- ½ Q + 6  =  ½ Q
Qe‘     =    6
P  =  ½ Q
Pe‘  =  3
( Keseimbangan pasar setelah subsidi E’ = ( 6, 3 ) )
c.)     sk =  Pe – Pe‘                                                              sp =  s – sk
=   4 – 3                                                                              =  2 – 1
=  1                                                                                     =  1
(Besar subsidi untuk konsumen Rp. 1,- )     ( Besar subsidi untuk produsen = Rp. 1,- )
d.)  Subsidi yang diberikan pemerintah
S    =  s x Qe
=  2 . 6
=  12
2.4.4.Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan
Fungsi Biaya
Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). Sifat biaya tetap adalah tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan, biaya tetap merupakan sebuah konstanta. Sedangkan biaya variabel tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabelnya. Secara matematik, biaya variabel merupakan fungsi dari jumlah barang yang dihasilkan.
FC = k
VC = f(Q) = vQ
C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Keterangan ;
FC = biaya tetap
VC= biaya variabel
C = biaya total
k = konstanta
V = lereng kurva VC dan kurva C
Contoh Soal :
Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ?
Jawab :
FC = 20.000
VC = 100 Q
C = FC + VC → C = 20.000 +  100 Q
Jika Q = 500, C = 20.000 + 100(500) = 70.000

Fungsi Penerimaan
Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut.
R = Q x P = f (Q)
Contoh Soal:
Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200,00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ?
Jawab :
R = Q x P
= Q x 200 = 200Q
Bila Q = 350 → R = 200 (350)  = 70.000
2.4.5.Analisis Pulang Pokok
Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 ) terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.
Contoh Soal :
Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.000 + 100 Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?
Jawab ;
Diketahui :
C  =  20.000 + 100Q
R  =  200Q
Syarat Pulang Pokok
R  =  C
300Q  =  20.000 + 100Q
200Q  =  20.000
Q  =  100
Jadi pada tingkat produksi 100 unit dicapai keadaan pulang pokok
Jika Q = 150, maka
π = R – C
= 300Q  – ( 20.000 + 100Q)
=     200 Q – 20.000
= 200(150) – 20.000
= 10.000
( Perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp. 10.000,- )